Rabu, 31 Juli 2013

10 Fakta Tentang Wilfried Zaha

97Wilfred+Zaha+Tweet.jpg
Semenjak beberapa bulan menjelang akhir tahun 2012, nama Wilfried Zaha memang sudah sering diperbincangkan. Berbagai berita tentang kehebatan yang dimiliki pemain muda ini berkembang begitu pesat. Info-info mengenai ketertarikan berbagai klub besar pun bergelimpangan di media massa. Mulai dari Arsenal, Manchester City, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur disebut-sebut bersaing untuk mendapatkan tanda tangannya. Dan akhirnya pada bulan Januari 2013, Zaha resmi hijrah ke klub peraih gelar terbanyak di Barclays Premier League, Manchester United.

Meski keputusan transfer yang dilakukan United hanya terkesan karena takut disalip oleh tim lain, saya rasa mendapatkan pemain muda seperti Zaha tetaplah sebuah keuntungan besar. Dengan harga yang cukup mahal untuk pemain berumur 20 tahun, tentu Sir Alex Ferguson mengambil keputusan tersebut dengan segala perhitungan yang matang. Persyaratan untuk langsung kembali meminjamkan Zaha ke Crystal Palace juga merupakan bagian dari aggrement yang menurut saya “win-win solution”. Dari pihak Zaha, ia mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak di Palace. Sedangkan untuk pihak United, mereka akan mendapatkan Zaha yang “lebih matang” di musim depan.

Dibalik transfer Zaha itu, sebenarnya cerita tentang pemain yang lahir di Pantai Gading ini bisa dibilang cukup singkat. Tanpa angin ataupun hujan, secara tiba-tiba berita mengenai kehebatan dirinya sudah menjadi besar. Bahkan tidak sedikit berita yang memberikan link video berisi skill-skill dari Zaha. Apabila anda sama bingungnya dengan saya, berikut adalah 10 fakta singkat mengenai Wilfried Zaha. Silahkan menikmati:


1.Dazet Wilfried Armel Zaha lahir pada 10 November 1992 di Pantai Gading. Pada saat ia berumur empat tahun, ia beserta seluruh keluarganya pindah ke Inggris. Semenjak itu, ia tumbuh dan berkembang di Inggris. Karir sepakbolanya dimulai dari negara yang dipimpin oleh seorang ratu tersebut. Maka dari itulah ia dapat membela timnas “The Three Lions”.

2.Debutnya bersama Crystal Palace terjadi pada 27 Maret 2010. Ketika itu Palace sedang menghadapi Cardiff City di Selhurst Park. Caretaker manager Palace, Paul Hart, memasukkan Zaha di menit ke-80. Dan tak berselang lama, tepatnya pada bulan April 2010, ia menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Palace.

3.Setelah melakukan debut, ia langsung menjadi pemain inti di musim berikutnya. Gol pertamanya pun memang tinggal menunggu waktu. Menghadapai Leicester City pada 7 Agustus 2010, ia berhasil mencetak gol pertamanya dan membawa Palace menang 3-2. Total ia bermain sebanyak 44 kali di musim 2010/2011. Tentu itu adalah angka yang sangat tinggi untuk debutan sepertinya.

4.Di musim 2011/2012, Zaha mendapati salah satu musim terbaiknya sampai saat ini. Di musim tersebut, ia bermain lebih banyak dan berperan lebih vital lagi bagi tim nya. Ia berhasil membantu timnya menjadi “Giant Killer” di ajang Carling Cup (sebelum berubah menjadi Capital One Cup) dengan mengalahkan Manchester United. Kemenangan Palace atas United tersebut juga bisa dibilang sebagai kemenangan yang luar biasa mengingat itulah kemenangan pertama Palace atas United semenjak tahun 1989. Di musim ini, ia bermain sebanyak 48 kali dan mencetak sembilan gol serta lima assists.

5.Berkat permainan gemilangnya di musim 2011/2012, ia meraih The Football League’s Young Player of The Year pada bulan maret 2012. Tak berhenti sampai disitu, ia dua tahun berturut-turut menjadi Crystal Palace Young Player of the Year. Bahkan salah satu penghargaan tersebut diraih dengan total suara mencapai 75%!

6.Karir internasionalnya dimulai pada bulan Februari 2011 ketika ia membela tim nasional Inggris u19 menghadapi Jerman. Setahun kemudian, ia berhasil naik kelas ke tim nasional Inggris u21 untuk menghadapi Belgia. Pada pertandingan yang dimenangi Inggris dengan skor 4-0 tersebut, ia menciptakan sebuah assist. Pada 11 November 2012, Roy Hodgson memanggilnya untuk masuk ke dalam tim nasional senior Inggris. Menghadapi Swedia pada laga persahabatan, ia masuk menggantikan Raheem Sterling pada menit ke-83.  Sayangnya, pada pertandingan tersebut Zlatan Ibrahimovic menciptakan sebuah gol sensasional yang membuat debut Zaha menjadi tidak “terlihat”.

7.Well, walaupun ia sudah bermain di tim u19, tim u21, dan tim senior Inggris, ternyata ia masih diijinkan untuk membela tanah kelahirannya, Pantai Gading. Mengapa bisa demikian? Karena menurut peraturan FIFA, seorang pemain boleh berganti membela tim nasional selama ia belum bermain di pertandingan level “A” untuk asosiasi tersebut. Selain itu, ia memang memenuhi syarat bahwa ia lahir di Pantai Gading.

8.Berhubungan dengan masih terbukanya kesempatan untuk bermain bagi Pantai Gading, rupanya kehebatan pemain ini juga diakui oleh pemain bintang lainnya. Didier Drogba, yang baru saja bergabung dengan Galatasaray, mengungkapkan bahwa ia sungguh berharap Zaha lebih memilih Pantai Gading ketimbang Inggris. Ini membuktikan bahwa ia memang pemain yang memiliki potensi luar biasa. Tapi semoga saja sih kehebatannya tidak mentok di level “Victor Moses”, seperti yang diungkapkan Paddy McCarthy.

9.Nampaknya kabar tentang kehebatan Zaha sudah menyebar luas di inggris sana sejak lama. Salah seorang scout Newcastle yang juga merupakan legenda Toon Army, Peter Beardsley, konon juga pernah mengamati Zaha. Pada Desember 2011, ia rela menempuh jarak hampir 970KM jauhnya untuk menuju ke London. Ia bermaksud untuk melihat permainan Zaha yang akan menghadapi Birmingham City. Sesampainya disana, ia hanya bisa mendapati bahwa Zaha sedang terkena larangan bermain. Malang nian nasibmu nak.

10.Kalau berbicara soal Crystal Palace dengan Manchester United, yang terbersit di otak kita pasti adalah sebuah tragedi yang terjadi pada 25 Januari 1995. Yap, tragedi tersebut adalah peristiwa tendangan “kung-fu” Cantona kepada seorang penonton yang bernama Matthew Simmons. Anda mungkin tidak menyadari bahwa transfer Zaha ini adalah transfer pemain pertama dari Crystal Palace menuju United di era Premier League. Sebelum ini, United tidak pernah membeli satu pemain pun dari Palace. Hhhmm, sebenarnya saya tidak tahu apakah sebelum era Premier league, United pernah membeli pemain Eagles atau tidak. Sepanjang saya mencari, saya tidak menemukannya. Mungkin jika anda tahu, anda bisa menulis komen di bawah artikel ini. Yang jelas Zaha-lah pemain Palace pertama yang pindah ke United di era Premier league.

Anda sudah membaca 10 fakta tentang Wilfried Zaha. So, ingatlah baik-baik fakta diatas karena di masa mendatang, bisa jadi dialah pemain terbaik dunia berikutnya. Ya kalaupun Messi memang masih tetap hebat, mungkin setidaknya Zaha bisa jadi yang kedua. Toh berada satu peringkat dibawa Messi bukan berarti anda pemain yang buruk, bukan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar